IPAL KOMUNAL

Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal adalah pengolahan air limbah yang bersifat besar dan terpusat. Cara kerjanya hampir sama dengan IPAL Domestik, titik perbedaannya terletak pada jumlah pengguna dan volume air limbah yang dihasilkan. IPAL Komunal biasanya termasuk ke dalam program pemerintah dalam mengatasi air limbah domestik dengan cara memusatkan seluruh pembuangan warga dengan jumlah dan jarak tertentu ke dalam satu tempat yang terpusat.

IPAL KOMUNAL

IPAL Komunal digunakan agar pengelolaan lebih terkoordinir dengan baik khususnya di wilayah yang berpenduduk padat dan mempunyai luas tanah yang tidak memungkinkan untuk memasang IPAL secara Individual karena jika jarak tangki septik dengan sumber air yang terlalu dekat akan menyebabkan ter kontaminasinya sumber air tersebut yang menyebabkan air tidak sehat untuk digunakan dan tidak baik untuk di konsumsi.

Menurut Standar Nasional Indonesia jarak yang ideal dari tangki septik individual menuju sumber air jauhnya minimal harus mencapai 11 meter dan untuk tangki septik komunal minimal harus mencapai 50 meter dari sumber air. Sistem IPAL Komunal sangat cocok untuk digunakan di daerah perkotaan yang notabene memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Tetapi tidakĀ  menutup kemungkinan juga jika di pedesaan menggunakan IPAL Komunal, baik dengan alasan penduduk desa juga bertambah banyak maupun dengan alasan keefisiensiannya.

Bangunan apa saja yang cocok untuk menggunakan sistem IPAL Komunal ini? berikut adalah beberapa bangunannya :

  1. Hotel
  2. Apartemen
  3. Perumahan
  4. Perusahaan
  5. Restoran
  6. Supermarket atau Mall
  7. Dan gedung gedung lainnya yang menampung banyak orang

Beberapa manfaat menggunakan IPAL Komunal :

  1. Bisa menghemat tempat karena semuanya terpusat di satu titik
  2. Lebih efisien dalam pengelolaannya karena mudah dalam koordinasi dan lebih banyak yang mengelola
  3. Air sungai tidak tercemar, ikan yang hidup di sungai juga akan tetap hidup karena tidak mati keracunan bahan kimia
  4. Gaya hidup masyarakat akan lebih sehat
  5. Menjadikan air yang telah digunakan dapat dipakai kembali pada kegiatan kegiatan lainnya.
  6. Terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri yang terkandung dalam air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan kegiatan rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *