Pusaka Keris Indramayu

KEBESARAN Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berabad-abad yang lalu, yang menjadi tempat berlindung bagi berbagai suku, tak lepas dari pendirinya Raden Aria Wiralodra. Pada saat itu kekuatan Wiralodra terkandung dalam strukturnya seperti Cakra Udaksana. Kini, warisan Wiralodra masih tetap diam. Pataka Cakra Udaksana terlihat pria dalam bingkai khusus pada Rabu (5/10/2016) siang, di Pendopo Indramayu, Jawa Barat.

Jenis anjing gembala dengan lingkaran berbentuk tombak / roda di delapan sisinya masih terpelihara dengan baik, tidak berkarat meski berusia 15 tahun. Dalam sejarah Indramayu, warisan Cakra Udaksana menjadi andalan Raden Wiralodra dalam membangun dan mempertahankan daerah pesisir. Permukiman Indramayu yang berasal dari daerah sungai Cimanuk, misalnya didapat atas instruksi chakra. “Chakra ini adalah kekuatan yang sangat besar, nyatanya, untuk Raden Wiralodra chakra ini adalah piandel (kekebalan),” kata penjaga makam Wiralodra, H Dasuki.

Menurutnya, jika sudah terkenal di Jawa Tengah karena kritikan pusaka, Indramayu juga merupakan pusaka yang unik, yaitu Cakra Udaksana. Kapasitas pusaka juga tercermin dari pusat lingkaran segi delapan, yang ada di batang, dengan lingkaran di tengahnya. Ini menyerupai simbol Surya Majapahit atau bintang raja yang digunakan oleh sultan atau raja di Jawa.

Keempat sisinya mengandung arti properti di alam semesta yang mungkin menjadi teladan, yaitu langit, matahari, bulan, bintang, bumi, angin, air dan api. Pataka Gagak Pinangsih, Warisan Raden Kertawijaya (Wiralodra IV), juga sangat erat kaitannya dengan perkembangan Indramayu. Pusaka menjadi bendera perang dan dorongan warga Dermayu, penduduk setempat memanggil Indramayu sebelum Wiralodra IV dikecam oleh pemerintah Hindia Belanda untuk memimpin Perang Kedongdong pada tahun 1778. “Saat bendera dicabut, tanpa ada sinyal, orang dari Indramayu sudah bersatu, tidak seperti sekarang masyarakat cepat bubar,” kata Dasuki.

“Sayangnya, sejarah kehebatan warisan pendiri Indramayu tidak banyak diketahui orang,” kata Dasuki. Padahal, tanpa dua pusaka itu, Indramayu belum tentu terbentuk. Sampai dengan 489 tahun, Indramayu tidak memiliki cukup museum yang cocok untuk pusaka. Selama ini harta itu tersimpan dalam kesendirian di museum mini Pancaniti, dekat pendopo.

referensi : jual keris pusaka bertuahtoko online

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *