Kala Penerjemah Bahasa Diramaikan Dengan Pelantang Suara

Pelantang suara itu adalah istilah bahasa Indonesia dari kata bahasa Inggris, speaker. Terkadang ada beberapa masjid yang suka menggunakan pelantang suara ke arah keluar jika ada kegiatan di dalam masjid. Kalau soal azan, jelas menggunakan pelantang suara ke arah luar. Cuma ini, kalau ada acara di dalam masjid yang bisa dibilang urusan internal masjid lalu tidak ada sangkut-pautnya dengan pemberitahuan yang harus diketahui oleh orang di luar masjid.

Jadi ceritanya, kebetulan penerjemah bahasa ini tinggal di dekat salah satu masjid besar di kota Bandung. Masjid besar dan terkenal karena posisinya memang di tengah-tengah kota dan tanahnya cukup luas. Saking dekatnya dengan masjid, kalau pelantang suara masjid ke arah keluar ini dipakai, suaranya langsung masuk ke jendela tempat tinggal.

Cuma, kalau penerjemah bahasa lagi ada kerjaan terjemahan atau translate, kadang konsentrasi bisa buyar. Apalagi kalau materi penerjemah bahasa Inggris Indonesia yang sedang dikerjakan cukup sulit, itu kan perlu konsentrasi penuh.

Ilustrasi Penerjemah Bahasa Diramaikan Dengan Pelantang Suara
Ilustrasi Penerjemah Bahasa Diramaikan Dengan Pelantang Suara

Edisi Sebel Penerjemah Bahasa Soal Pelantang Suara

Iya, ini adalah tulisan penerjemah bahasa dalam rangka sebel dengan pelantang suara yang sedang didengar. Padahal yang disampaikan itu tidak perlu pelantang suara ke luar. Sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan publik atau masyarakat umum yang tinggal di sekitar masjid.

Padahal penerjemah bahasa sedang menulis, jadilah judul tulisan yang sebelumnya ditulis langsung diubah dengan edidi pelantang suara yang ke arah luar pakai edisi kesal. Kesalnya dalam tulisan ini masih ditahan, meski ini suara masih terus saja digaungkan. Asli nih suara yang keluar lebih tepat dipakai pelantang suara di dalam masjid.

Masjid Biasanya Ada 2 Jenis Pelantang Suara

Sudah hal yang umum kalau rerata masjid itu punya dua jenis pelantang suara. Pelantang suaran untuk dalam ruangan masjid dan jenis kedua adalah pelantang suara ke arah luar. Nah yang dipakai ke arah luar ini sebaiknya dipakai secara bijaksana. Jika yang disampaikan itu dirasa perlu diketahui oleh masyarakat umum, maka akan lebih bijaksana pelantang suara luar yang dipakai. Lah ini bikin kesal dan penerjemah bahasa kudu sabar mendengar alunan ‘indah’ palantang suara yang keluar.

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *